Selasa, 20 Agustus 2013

PELATIHAN PENDAMPING TRAUMA HEALING




Sejak tahun 1963 integrasi Indonesia ke Papua,sejak saat itu berbagai pelanggaran HAM terjadi di Papua.Kondisi keamanan dan ketidakstabilan politik dan keamanan terus berlangsung hingga tahun 1998 (masa ini dikenal sebagai Daerah Operasi Militer/DOM di Papua) .Pada tahun 1998 Revormasi di Indonesia terjadi,pergantian pimpinan Negara RI,turut juga mempengaruhi situasi politik di Papua.Dimana  hampir seluruh wilayah Papua dan Papua barat mengalami pergolakan rakyat  yang intinya meminta memisahkan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia.Kembali terjadi berbagai kasus pelanggaran HAM yang besar hingga saat ini.
Situasi pelanggaran HAM yang terjadi di Papua selama 48 tahun sangat mempengaruhi kondisi mental dan spiritual masyarakat asli Papua yang hampir seluruhnya memiliki pengalaman pahit di masa lalu(past memoris),yang hingga saat ini masih mempengaruhi masyarakat asli Papua.
Masa lalu ini sangat berpengaruh dalam berbagai keterlibatan masyarakat dalam berbagai proses pembangunan dan perkembangan ekonomi,budaya,sosial di Papua,sehingga orang yang tidak mengerti situasi masa lalu ini berpikir bahwa orang asli Papua apatis dan terbelakang,dan tidak aktif dalam berbagai pembangunan di Papua.
KPKC Sinode GKI secara sungguh sungguh melihat hal ini sebagai sesuatu yang serius bahwa orang asli Papua dan para pendatang yang sudah hidup di Papua sejak tahun 1960-an ternyata sama sama  memiliki trauma yang panjang akibat berbagai pelanggaran HAM yang terjadi.Tauma ini begitu berakar dan mengendap kuat di dalam alam kesadaran masyarakat asli,apalagi bagi keluarga dan anggota keluarganya mati,hilang dan mengalami penyiksaan berat.Trauma ini hingga saat ini masih kuat,dan berbagai pengalaman pahit ini di ceritakan dari satu keturunan kepada keturunan berikutnya.
Selain pengalaman masa lalu Papua adalah daerah rawan bencana alam,dan ancaman penyakit HIV/AIDS adalah salah satu ancaman yang menimbulkan kekuatiran di Papua.
Untuk itu supaya orang asli Papua dapat percaya diri dan bangkit untuk menjadi insan yang kuat dan aktif serta percaya diri,maka mereka perlu di tolong mengembalikan kepercayaan dirinya,dengan melakukan trauma healing.Trauma healing perlu di lakukan supaya warga jemaat didampingi dan memperoleh kekuatan dan menyadari bahwa bahwa mereka punya pengaruh dan sangat menentukan kehidupan dan masa depan yang lebih baik di Papua.

Senin, 19 Agustus 2013

KONFERENSI MISI-II PI GKI DI TANAH PAPUA

Pendahuluan

Sejarah mencatat dengan baik bahwa peran Gereja Kristen Injili di Tanah Papua sangat besar dalam membebaskan dan mempersatukan masyarakat Papua dari belenggu keterbelakangan, ketakutan yang sia-sia dan permusuh anantar suku. Peran dan jasa Gereja yang menyeluruh pada bidang pendidikan, kesehatan, social budaya dan pembinaan iman melalui berita Injil  telah membawa perubahan yang sangat mendasar dalam kehidupan masyarakat. Realitas menunjukan bahwa peran dan fungsi GKI sebagai sebuah Persekutuan Umat pun secara lembaga/institusi telah mengalami banyak kemajuan baik  kualitas maupun kuantitas.
Setelah 157 Tahun memasuki 158 TahunInjil menjumpai orang-orang Papua atau setelah 56 Tahun GKI melaksanakan tugas Pekabaran Injil, GKI ternyata telah menjadi rumah bagi setiap orang yang mengaku bahwa Yesus Kristus itu Tuhan dan Juruselamatnya.  GKI telah mempersatukan orang dari berbagai latar belakang yang berbeda – beda dari segi kehidupan sosial, budaya, tradisi dan politik.